Follow Us @soratemplates

Thursday, March 14, 2019

Japanese Cheesecake


Kemarin libur kantor karena tanggal merah hari Raya Nyepi. Sudah beberapa hari sebelumnya berencana untuk practice bikin cake. Dan pilihan saya adalah bikin Japanese Cheesecake. Kebetulan stock cream cheese saya melimpah ruah.. , sampai bingung mau diolah apa saja. Tempo hari sudah pernah saya buat untuk isian pie ( nyusul ya uploadnya), pernah juga untuk isian roti, nah sekarang saya pakai untuk bikin cake.

Beberapa waktu lalu, Japanese cake  hits banget di Jogja. Gerai makanan kekinian dengan brand terkenal menjamur di mall mall besar, sangat ramai dikunjungi para pemburu kuliner , bahkan antriannya luar biasa mengular. Rasanya saya ikutan ngiler melihat tampilan cake yang luar biasa menggiurkan itu. Warna kuning terang nan cerah, terlihat begitu soft, menul-menul dan cantik sekali. Sebagai penggemar keju dan turunannya pastilah bikin penasaran habis bagaimana rasanya si cantik dari Jepang ini. Tapi anak-anak saya buru-buru geleng kepala ketika saya tawari ikutan ngantri.. hahahah. Walapun penggemar cheesecake tapi mereka gak mau repot ya disuruh ngantri..

Rasa penasaran seperti apa ‘sulitnya’ membuat cheesecake akhirnya coba saya taklukan..pingin juga merasakan cheesecake buatan sendiri. Lagi-lagi saya googling IG dan dapat resep menarik dari yummy.idn

Membuat cheesecake mean menggunakan cream cheese sebagai bahan utamanya. Cream cheese merupakan jenis keju muda yang belum difermentasi. Karena itu teksturnya lembut, warnanya putih mirip tofu. Dijual dalam kemasan mangkok atau bungkusan aluminum. Rasanya gurih segar dan tidak terlalu asin. Sebelum dipakai, sebaiknya biarkan dalam suhu ruangan beberapa saat agar mudah dikocok atau dicampur dengan bahan lainnya.

Okay let’s begin baking…

Berikut ini bahan dan cara membuatnya..
Pertama siapkan dulu loyangnya, saya pakai Loyang loaf 22 cm, olesi minyak dan alasi dengan baking paper.
Siapkan 2 wadah untuk 2 adonan kue
Siapkan bahan berikut :
Creamcheese (suhu ruang ) – 110 gram
Butter – 30 gram
Susu full cream cair – 100 ml
Kuning telur – 3 butir
45 gram tepung terigu
15 gram tepung maizena
1 sdt vanilla ekstrak

Campurkan ketiga bahan (cream cheese, susu cair dan butter) dalam  wadah , aduk dengan whisk hingga tercampur rata dan lembut. Selanjutnya tambahkan kuning telur, tepung terigu, maizena dan vanilla. Aduk hingga adonan halus.

Sisihkan dulu wadah pertama. Next menyiapkan wadah kedua dengan bahan 3 butir putih telur dan 100 gr gula halus. Mixer kedua bahan di atas dengan kecepatan tinggi hingga putih mengembang dan kaku. Test dengan cara dibalik wadahnya.. kalau gak tumpah artinya adonan telah sesuai.. hehehe
Setelah dua adonan set, campurkan adonan putih telur ke dalam adonan pertama secara perlahan, aduk balik hingga tercampur rata. Selanjutnya tuangkan kedalam loyang yang telah disiapkan.

Langkah terpenting berikutnya adalah oven adonan cake dengan metode bain marie , kenali oven masing-masing ya.. kalau oven saya suhu 170 c selama 60 menit. Oya.. tadi saya menyebut bain marie, istilah ini adalah teknik memasak.

Bain marie atau hot-water bath adalah teknik memasak yang memakai 2 wadah, wadah yang lbh besar berisi air panas. Loyang berisi adonan cake akan diletakkan di dalam loyang yang lebih besar yang telah berisi air panas. Setelah itu, adonan cake dipanggang dalam oven hingga matang.

Tak perlu menunggu dingin, langsung angkat loyang cake dari loyang besar berisi air panas. Tujuannya agar proses pemasakan bisa berhenti dan tekstur cake tidak terlalu lembab.







Metode Bain marie memberi hasil akhir cake yang terasa lembut dan empuk, sekaligus ada sedikit tekstur panggangnya. Permukaan atas cake berwarna coklat sedangkan badan cake-nya berwarna kuning, rasanya creamy gabungan antara kukus dan panggang.

No comments:

Post a Comment