Follow Us @soratemplates

Wednesday, January 30, 2019

Mochi


Mochi.. adalah kue camilan pertama yang saya coba praktekan. Kenapa ? karena anak-anak sangat suka mochi. Setiap kali kita jalan jalan ke luar kota kalau ada jajanan berbahan dasar tepung ketan ini selalu menjadi pilihan mereka untuk dibeli. Juga ketika beberapa kali saya ke Jakarta, anak-anak mintanya dibelikan oleh-oleh mochi. Jaman now tampilan dan rasa mochi sangat beragam. Aneka rasa dan bentuk, juga dikemas dengan sangat menarik. Dijualnya pun di Mall besar atau bandara.




Kue yang asalnya dari jepang ini dulunya hanya 2 jenis, tanpa isi atau isi kacang tanah.  Tapi sekarang aneka macam isian tersedia. Dan tentunya isian kekinian yang disukai anak anak muda, strawberry, macha, coklat, keju, tiramisu, blueberry, coco crunch, durian dan masih banyak lagi.

Menurut sejarah asal mula mochi di Indonesia dibawa oleh tentara jepang saat Jepang menduduki Indonesia. Camilan kenyal ini merupakan salah satu kue tradisional yang sering disajikan dalam perayaan tahun baru Jepang (mochitsuki). Tradisi ini bahkan masih bertahan hingga saat ini.

Ada juga yang mengatakan bahwa mochi berasal dari China. Tetapi setelah ditelusuri melalui sejarah lisan, bukan mochi yang berasal dari China. Namun warga keturunan Tionghoa memang merupakan pelopor usaha dagang mochi yang pertama di Indonesia, tepatnya di Sukabumi Jawa Barat.

Kue ini akhirnya dijadikan oleh-oleh khas terutama di daerah Sukabumi, uniknya di kemas dengan keranjang bambu dengan isian kacang tanah.

Mochi punya tekture kenyal dan lengket, makanan ini bisa membahayakan bila dikonsumsi oleh anak kecil atau orang lanjut usia, karena kue ini harus dikunyah lama hingga lembut sebelum ditelan.

Anak-anak atau manula biasanya kesulitan mengunyah mochi. Padahal, jika tidak dikunyah lama atau ditelan begitu saja, kue mocha menyangkut di kerongkongan dan bisa menyebabkan gagal bernapas. Di Jepang sendiri kasus meninggal karena mengkonsumsi mochi dulunya cukup banyak, walaupun sekarang sudah sangat sedikit atau mungkin sudah tidak ada, karena edukasi terus menerus bagaimana sebaiknya mengkonsumsi mochi.

Kembali lagi ke praktikum saya… hehehe.. Jadi saya akan buat mochi dengan beberapa isian. Saya punya kacang tanah sangrai, coklat, coklat rasa matcha, dan pasta kacang merah.



Dan inilah resep yang saya pilih dan cara pembuatannya, dari sekian banyak macam resep yang ada di youtube, hehehe.

Bahan A
125 gr tepung ketan putih
75 gr tepung beras putih
75 gr gula pasir
100 ml santan/susu cair
Pewarna makanan
Vanila cair

Bahan B
Isian (sesuai selera )
Kacang tanah sangrai, coklat, coklat rasa matcha, dan pasta kacang merah.

Bahan C
50 gr tepung maizena sangrai
Wijen

Cara pembuatannya super mudah namun tetap butuh teknik yang tepat. Hehehehe. Nah biar tepat kita mesti praktek beberapa kali khan ya.. jadi saya menyarankan coba dengan jumlah takaran yang kecil dulu.
Jadi pertama kali panaskan kukusan dulu. Kemudian campur semua bahan A, diukur dengan perasaan juga ya.. kalau belum pas kekentalannya bisa ditambah atau dikurangi santan/susunya. Dan jangan terlalu banyak memberikan pewarna makanan.
Setelah dicampur kemudian dikukus. Sekitar 15-20 menit.
Disela menunggu adonan matang siapkan bahan isian dan bahan untuk lapisan. Siapankan juga alas plastic.
Nah tahap ini yang agak ribet, setelah adonan matang, tunggu agak dingin, agak saja ya.. jangan dingin. Then pindahin ke alas plastic, jangan lupa taburi dulu dengan maizena sangrai , tutup dengan plastic trus dipipihin pakai rolling pin. Pas ngepipihin ini yang kadang sedikit butuh kesabaran karena adonannya lengket. Untuk ketebalan sesuai selera. Setelah jadi adonan lembaran di cetak bulat, saya pakai ukuran dalam bulatan cetakan kue donat.
Tahap selanjutnya, kulit mocha diisi dengan aneka isian, bulatkan ..biar gampang dan gak lengket taburu dikit2 dengan maizena, terakhir gulingkan di tepung maizena agar gak saling nempel atau digulingkan ke wijen, oya.. sangrai dulu wijennya biar harum.




That’s it.. Yummy Mochi

No comments:

Post a Comment